Mantan. Terlalu sayang untuk dilupakan namun terlalu menyakitkan untuk tetap dikenang. Hampir 2 tahun terakhir ini saya konsen menyampaikan -baik secara lisan maupun tulisan- tentang masalah pacaran, pra-nikah hingga pernikahan. Ditambah lagi dengan mencoba membantu berbagai permasalahan para jomblowan/wati melalui layanan konsultasi elmina. Yang menarik tentu adalah saat terjadi interaksi dengan pembaca tulisan saya maupun yang sengaja berinteraksi melalui layanan konsultasi elmina . Permasalahan tentang mantan selalu muncul. Mulai dari yang bingung bagaimana cara melupakan mantannya, nangis kejer di pojok kamar karena ditinggal nikah oleh mantan hingga yang bingung bagaimana cara menolak mantan yang selalu mengejar-ngejarnya.

Rasa yang pernah ada dengan mudahnya hadir kembali sehingga menyebabkan gelisah lagi. Salah satunya disebabkan oleh interaksi yang terus terjadi. Entah itu karena sering stalking status mantan, ngirim pesan nggak sengaja pada mantan, dan berbagai jenis interaksi online lainnya.

Kalau saat lihat mantan update status dengan pacarnya mewek lagi, lihat mantan upload undangan nikah pusing lagi, dihubungi mantan untuk ajak pacaran mau lagi kapan mau move onnya ? Bagaimana akan sibuk memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kalau hati sendiri masih sibuk mengingat nama mantan ?

Inilah masalahnya, dan salah satu solusinya tentu dengan memutus segala bentuk komunikasi dengan mantan. Unfriend facebook atau bahkan blokir sekalian, deleten pin bb, blokir whatsapp dan segala komunikasi putus serta hentikan. Apakah hal ini tidak memutus silaturahmi ?

Sebelum dijawab mari kita coba maknai dulu apa itu sesungguhnya silaturahmi. Silaturahmi berasal dari bahasa arab yaitu dari kata shilah yang artinya menyambung dan rahim artinya rahim wanita yang maknanya adalah hubungan kerabat. Jika disatukan maka artinya adalah menyambung hubungan dengan kerabat. Maksud kerabat disini tentu adalah orang terdekat yang memiliki hubungan pertalian darah. Kalau pacar ? Tentu bukan termasuk bagian kerabat dan bukan orang yang pantas juga untuk terus dijalin silaturahminya. Dan ini juga berarti memutus hubungan komunikasi dengan pacar bukan memutus silaturahmi.

Untuk menjaga diri dan hati

Sejatinya hubungan laki-laki dan perempuan dalam Islam itu terpisah. Laki-laki memiliki dunianya sendiri begitu juga dengan perempuan. Jika ada suatu kondisi yang mengharuskan mereka berinteraksi maka harus dipastikan interaksi tersebut terjaga seperti menundukkan pandangan , tidak berduaan serta hanya membicaran sesuatu yang benar-benar penting. Idealnya hubungan antara laki-laki dan perempuan untuk saat ini bisa kita saksikan di lembaga pendidikan Islam semisal pesantren. Disana bisa kita lihat bagaimana laki-laki dan perempuan dipisahkan ruangan belajar dan ruangan aktivitas lainnya.

Untuk yang tidak berada di lingkungan yang seperti ini, tentu diri kita sendirilah yang bertanggung jawab untuk menjaga pergaulan laki-laki dan perempuan. Tentu semua ini dilakukan untuk menjaga diri dan hati, dari maksiat yang Allah benci yang hal terkecilnya adalah zina hati.

So, untuk kamu yang pernah pacaran dan putus bersyukurlah. Karena Allah memberi kamu kesempatan untuk berubah, berbenah dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk kamu yang masih teringat mantan, susah melupakannya. Memutus semua kontak komunikasi mungkin bisa menjadi solusi untukmu. Boleh dicoba dan tak perlu khawatir hal tersebut akan memutus silaturahmi.

Mantanmu hanya sementara, dirimu untuk selamanya

Saat hati dan pikiranmu disibukkan bahkan sampai dibuat lelah dalam memikirkan mantan. Cobalah renungkan sejenak, mantan itu masa lalumu, kenangan hidupmu dan semua tentang dirinya telah lewat dalam hidupmu. Sementara waktumu hari ini, hatimu saat ini, pikiranmu selama ini sangat dibutuhkan untuk kebaikan masa depanmu nanti. Sekarang pilihan ada ditanganmu, sibuk memikirkan masa lalu atau mempersiapkan masa depan ?

Artikel Menarik Lainnya







comments