Banyak orangtua merencanakan desain dan dekorasi kamar anak-anak mereka bahkan sebelum bayinya lahir. Seru rasanya jika bisa menata kamar anak-anak dengan tema atau rancangan tertentu. Sebelum melakukannya, berikut adalah beberapa hal yang perlu kita perhatikan :

1. Memisahkan Tempat Tidur Anak Laki-laki dan Perempuan

Perintahkan anak-anak kalian shalat pada usia 7 tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya pada usia 10 tahun dan pisahkan di antara mereka tempat tidurnya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dihasankan oleh An Nawawi dalamRiyadhus Shalihin dan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Dalam hadits tersebut, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam telah secara gamblang memerintahkan agar kita memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan pada usia 10 tahun. Di usia ini anak seyogyanya sudah menyadari perbedaan jenis kelamin, mengenal rasa malu, paham tentang adab menutup aurat dan mengenali gejala-gejala menuju baligh. Dengan memisahkan tempat tidur, anak akan lebih leluasa menjaga aurat dan mengetahui batas-batas pergaulan dengan lawan jenis meski itu dengan saudara kandungnya. Kesadaran seperti ini, selain juga ditanamkan oleh orang tua, akan membantu menginternalisasi nilai-nilai berinteraksi dengan lawan jenis di lingkungan luar rumah.

2. Menyerukan Agar Anak Rajin Membaca Al Qur’an

Sebagai orang beriman, kita perlu membiasakan diri untuk membaca Al Qur’an secara rutin. Begitu pula dengan anak-anak, nasihatilah agar mereka merutinkan diri membaca Al Qur’an baik di rumah ataupun di kamarnya sendiri.  Rasul mengatakan dalam haditsnya , “Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

3. Tidak Memasang Gambar Makhluk Bernyawa

Memasang gambar bernyawa termasuk juga foto keluarga, gambar binatang atau manusia, sebaiknya dihindari. Sebab hal ini dapat menjadi penghalang bagi malaikat untuk masuk ke dalam rumah/ruangan kita. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).

4. Gunakan Warna yang Lembut

Biasanya orang tua melekatkan warna pink untuk anak perempuan dan biru untuk anak laki-laki. Rasulullah saw sendiri dalam sebuah riwayat disebutkan menyukai warna putih. Namun ada pula riwayat lainnya yang menyebutkan beliau menyukai warna hijau. Terlepas dari pilihan warna yang akan digunakan, alangkah baiknya jika Anda menggunakan warna-warna lembut untuk dinding kamar jika ingin menimbulkan nuansa rileks. Sementara itu, warna putih adalah warna yang sempurna untuk memunculkan kesan luas. Warna putih juga memungkinkan Anda bermain kombinasi warna pada sprei, hiasan dinding, gordyn, dan sebagainya. Permainan warna-warni dapat Anda berikan pada beberapa titik dan akan memunculkan kesan cerah ceria, khas anak-anak.

5. Buatlah Pojok Main

Jika Anda mengijinkan anak-anak bermain di kamar, buatlah pojok bermain yang akan menjadi semacam ‘playground’ bagi mereka. Dengan begitu anak tak perlu membuat berantakan seisi kamar dan bermain di berbagai tempat sesuka hatinya. Beritahukan pada anak bahwa tempat bermain hanya di arena tersebut saja, dan tidak boleh membawa mainan ke atas tempat tidur, misalnya. Letakkan box/kontainer mainan agar mainan anak terpusat di satu tempat dan tidak berserakan. Memiliki pojok bermain di kamar akan membantu anak bersikap tertib dan rapi dengan menjaga agar aktivitas bermain atau berbagai mainannya tidak keluar dari arena tersebut.

6. Siapkan Tempat Sampah Kering

Tempat sampah penting untuk diletakkan di kamar dalam rangka mendidik anak-anak agar dapat membuang sampah di tempatnya dengan mudah. Keberadaan tempat sampah juga menjadi pengingat agar anak menjaga kebersihan kamarnya sebaik mungkin.

7. Tidak Meletakkan Televisi dan Komputer di Kamar

Sejumlah orangtua membuat kebijakan untuk tidak menaruh televisi dan komputer di kamar, agar lebih mudah mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan kedua alat tersebut. Meletakkan tv dan komputer di ruangan yang lebih mudah dilihat memungkinkan Anda memperhatikan si kecil lebih seksama. Kita dapat lebih awas terhadap tontonan yang dipilih ataupun laman-laman yang dibuka dari internet tanpa mereka merasa terlalu diawasi.

8. Buat Peraturan yang Disepakati Bersama

Memberikan kamar untuk anak berarti memberikan keleluasaan dan ruang privasi baginya. Kita dapat mengatakan bahwa kamar tersebut boleh ia atur dan tata sedemikian rupa, namun ingatkan pula bahwa ia juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kamarnya tetap rapi, bersih dan bermanfaat untuk kebaikan. Bersama anak, Anda dapat merumuskan dan menyepakati hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kamar. Misalnya, tidak boleh makan di kamar, membersihkannya setiap seminggu sekali, membereskan mainan setelah digunakan, dan lain sebagainya. Ingatkan apabila kesepakatan tersebut ia langgar, dan jangan pelit mengapresiasi jika ia mematuhinya.

Tips ini tentu saja dapat Anda tambahkan lebih banyak lagi daftarnya. Memberikan kamar khusus bagi anak insya Allah menjadi salah satu cara mendidiknya agar lebih mandiri dan bertanggung jawab. Sudahkah Anda siap merancangnya bersama buah hati tercinta?

Artikel Menarik Lainnya







comments