Pertanyaan :

Assalamualaikum wr.wb.

Saat ini saya sedang dekat dengan seorang yang ternyata adalah non muslim. Awalnya saya duluan yang berusaha menyapa. Hal ini saya lakukan karena 1,5 tahun lalu perasaan tertarik saya masih ada saat melihat orang itu, dan akhirnya setelah 1,5 tahun perasaan penasaran itu masih ada, saya beranikan diri untuk menyapanya. Sebelumnya saya selalu berdoa mohon petunjuk apa yang harus saya lakukan terhadap perasaan ini, dan akhirnya saya merasa yakin dan berani untuk menegurnya. Hingga saat ini saya masih berkomunikasi baik denganya, saya merasa nyaman dan semakin jatuh cinta setelah banyak tahu  tentangnya. Memang saya baru tahu bahwa dia non muslin setelah 3 mingguan. Namun, saya mengharapkan bahwa dia adalah jodoh saya.

Selama proses awal hingga sekarang berteman, saya selalu terus berdoa mohon petunjuk, kadang saya merasa yakin namun kadang merasa pesimis tentang hubungan kami. Saya sangat berharap bahwa dia adalah jodoh saya. Apakah yg terjadi dengan saya, apa yang saya lakukan, dan rasakan itu sudah termasuk petunjuk yg diberi allah bahw dia adalah jodoh saya?
Judul Pertanyaan: Apakah ini tanda dia jodohku

Jawaban :

alaikumussalaam ww

Mbak Uti, segala urusan dalam Islam ada aturannya, terlebih lagi dalam hal pernikahan. Pernikahan beda agama tidak diperbolehkan dalam Islam, dalilnya adalah sbb :
Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS. Al Mumtahanah: 10)

para ulama bersepakat  bahwa tafsir ayat ini adalah wanita muslim haram hukumnya menikah dengan pria non muslim.  Dan jikapun menikah, maka pernikahan itu tidak sah.

dari uraian ini, jika suatu waktu nanti dia menyatakan ingin menikahi Mbak, apakah mbak akan menerimanya dengan taruhan tidak selamat di akhirat?
apakah Mbak yakin akan menjadikan dia yang non-muslim sebagai suami, sementara dia bahkan tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, apalagi istri dan keluarganya?
apakah Mbak siap menikah dengan dia, memberikan segalanya bagi dia, sementara Allah yang telah menciptakan dan memberi segala nikmat, mbak nomor sekiankan? 🙂
So, mumpung belum jauh, saran saya mba segera menjauh dari dia, menyibukkan diri dengan aktivitas lain, dan benar-benar memohon pada Allah agar menggantinya dengan pria lain yang lebih baik untuk menjadi imam di dunia dan akhirat. Jangan lagi berpikir untuk mencintai atau berjodoh dengan teman non-muslim, karena insyaa Allah pemuda muslim yang baik agama, akhlaq dan dunianya juga masih sangat banyak.
 
Apa yang terjadi di dunia ini adalah ujian dari Allah, apakah kita akan tetap berada di jalan taqwa atau jalan kefasikan. Begitupun yang terjadi pada Mbak, pertemuan Mbak dengan dia, perasaan cinta padanya dst, semuanya adalah ujian untuk melihat sejauh mana Mbak mampu berjalan di garis yang Allah ridhoi. Jika Mbak lulus ujian ini, insyaa Allah akan ada ganjaran yang besar di akhrait kelak.
 
Selamat berjuang ya. Semoga dikuatkan.
***
picture : http://sulatpetiks.blogspot.co.id/2012/09/fall-and-leave.html
Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

9 + 14 =

Artikel Menarik Lainnya







comments