Assalamu’alaikum, Muslimah hebat!

Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mengenal diri untuk kemudian melejitkan potensi. Sudah sejauh mana kita tahu tentang diri kita? Apakah kita sadar dengan hal positif yang kita punya? Apakah kita ngeh dengan kekurangan yang kita miliki? Ataukah kita terlalu banyak memikirkan kekurangan kita sehingga tidak aware dengan kelebihan yang ada?

Gimana dong cara mengetahuinya? Kalau merasa tidak punya kelebihan, gimana?

Yuk kita bedah langkah-langkah mengenali diri. Silakan ambil segelas teh hangatmu, duduk tenang, dan cerna pelan-pelan ya.

  1. Sadari dan Syukuri Bahwa Allah Menciptakan Kita Dengan Sempurna

Dalam penciptaannya, manusia adalah makhluk dengan derajat tertinggi yang pernah ada. Ini karena mereka dikaruniai akal pikiran sehingga dapat memilih mana yang baik dan buruk, benar dan salah, dan sebagainya.

Fisik kita, juga seluruh organ internal yang terkandung di dalamnya, adalah desain yang sangat sempurna dari Yang Maha Sempurna. Maka sudah selayaknya kita sadari bahwa diri kita adalah bentuk terbaik yang Allah ciptakan. Allah berfirman dalam Al Qur’an, “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS. At Tiin 95 : 4)

Dari sini kita perlu menyadari bahwa segenap bentuk fisik kita, muatan otak kita, pikiran dan segala hal yang melekat pada pribadi kita, adalah paket terbaik yang perlu kita jaga dan kembangkan. Oleh karenanya sebelum memahami diri ini lebih jauh, yang pertama penting untuk kita lakukan adalah mensyukuri segala yang sudah ada. Bersyukur bahwa Allah menciptakan 2 mata yang dapat melihat, akal yang dapat berpikir, kondisi fisik dan jiwa yang sehat, juga tentu saja hidayah yang sangat mahal ini.

Bayangkan kalau saat ini kita memiliki berbagai keterbatasan fisik, atau terganggu jiwanya, mungkin akan lebih banyak hal lagi kita keluhkan. Begitu pula jika kita tak hidup dalam keadaan muslim, betapa tak  beruntungnya kita karena tak memiliki Allah dan jalan yang lurus, naudzubillah. So bersyukurlah banyak-banyak, karena nikmat Allah selalu lebih banyak daripada apa yang dapat kita hitung dan pikirkan.

  1. Sadari Bahwa Segala Keadaan Hanya Dimaksudkan Untuk Kebaikan

Apapun keadaan kita sekarang, tidak diciptakan dengan sembarangan. Bagaimanapun kondisi yang terberi sejak lahir, bukanlah dimaksudkan sebagai hinaan atau hukuman. Sungguh Allah Mahabaik dengan segala pemberian-Nya. Maka tidaklah segala sesuatu terjadi dan diciptakan, kecuali untuk kebaikan semata. Dengan menyadari hal ini insya Allah kita akan jauh dari sikap mengeluh, menuntut, dan tak puas bahkan iri dengan keadaan orang lain yang kita anggap lebih baik. Ingat dan camkan selalu bahwa Allah Al Birr, Dia adalah Rabb yang Mahabaik, dan semua yang diciptakan-Nya hanya untuk kebaikan.

  1. Catat Semua Kelebihan Dan Kekuranganmu

Banyak orang tidak paham apa kelebihan dan kekurangannya karena mereka tidak pernah mencoba memikirkannya sungguh-sungguh. Yuk coba buat list kelebihan dan kekurangan yang kita punya. Hitung seberapa banyak dan lakukan uji sederhana untuk konsep dirimu :

  1. Jika kelebihan > kekurangan, maka konsep dirimu positif. Selamat!
  2. Jika kelebihan < kekurangan, bisa jadi konsep dirimu negatif.

Lalu apa masalahnya jika konsep diri kita positif atau negatif?

Dear, orang dengan konsep diri negatif memandang dirinya secara kurang positif. Dia lebih concern dengan kekurangan dirinya, dan tak jarang merasa minder atau tak percaya diri. Jika ini dibiarkan, tentu saja akan banyak menghambat kemajuan dirimu. Orang yang memandang dirinya serba negatif biasanya sulit berkembang, tidak mampu mengoptimalkan potensi diri, dan selalu memandang dirinya jelek. Kalau kita tak bisa menghargai diri sendiri, bagaimana bisa orang lain menghargai diri kita?

Coba tulis saja semua hal positif yang kamu punya saat ini, secara fisik maupun psikis. Buat dalam tulisan “saya orang yang… (misalkan, penyabar, ramah, senang jadi tempat curhat, dll). Baca berulang-ulang, resapi dalam-dalam dan rasakan sampai ke hati. Insya Allah perasaan kita akan lebih positif setelahnya.

  1. Dokumentasikan Semua Prestasimu

Ini adalah salah satu strategi untuk mempertahankan perasaan berharga dalam diri kita. Prestasi di masa lalu adalah bukti bahwa kita mampu, bisa serta teruji. Seperti juga kelebihanmu, buatlah daftar atau dokumentasikan prestasi yang pernah kita raih. Simpanlah foto atau buatlah tulisan (seperti diary) bagaimana momentum itu terjadi.

Mengingat dan membuat catatan mengenai prestasi ini akan membuat perasaan kita lebih positif, karena di situlah kita berhasil membuat sejarah yang gemilang. Catatan ini juga memunculkan kepercayaan diri, salah satunya saat kita down atau lemah semangat. Jika dulu kita bisa, maka sekarang pun kita bisa. Gali terus pengalaman dan keberhasilan-keberhasilan yang kita lewati, sekecil apapun. Menghargai adalah berarti mensyukurinya. Dan mensyukurinya akan menambah nikmat Allah lebih banyak lagi, insya Allah.

Okay, segitu dulu, ya? Mudah-mudahan 4 poin ini bisa kita jalankan dengan lancar. Tak perlu terburu-buru, karena jiwa kita yang dinamis membutuhkan proses untuk terus berkembang dalam perbaikan. Nikmati setiap prosesnya, hadapi berbagai tantangannya, dan jadikan setiap langkah sebagai pembelajaran yang bermakna. Insya Allah kita akan semakin mengenal diri ini dan membuat peta hidup semakin menarik untuk dijalani. Semangat!

gambar dari titantitin.wordpress.com

Artikel Menarik Lainnya







comments