Tak dapat dipungkiri memang semakin kesini semangat keberislaman anak-anak muda semakin berislam. Seiring dengan itu semangat untuk mengkaji islam juga semakin meningkat. Seperti yang kita tau saat ini cukup banyak harakah-harakah yang memberi kesempatan bagi anak muda untuk mempelajari Islami. Oya, bagi yang belum paham apa itu harakah ? Harakah adalah gerakan dakwah atau jamaah dakwah. Sebutlah kalau di Indonesia ada jamaah tabligh yang familiar dengan sebutan ‘orang dakwah’, ada kelompok pengajian salafi yang sering disebut dengan ‘orang sunnah’, ada juga tarbiyah, ada hizbut tahrir dan berbagai macam jenis jamaah pengajian lainnya. Selain itu juga ada organisasi-organisasi keislaman seperti NU, Muhammadiyah, persis dan kalau masih ada yang lain silakan ditambahkan sendiri ya.

Selama harakah atau jamaah atau kelompok pengajian itu tidak sesat dan menyesatkan. Akidahnya lurus dan pemahamannya benar tidak ada yang masalah. Tapi, terkadang realitanya masing-masing jamaah atau harakah mengklaim kelompoknyalah yang terbaik, mengaku kelompoknya yang sempurna dan paling benar. Sementara kelompok lain salah dan tidak sesempurna kelompoknya. Kecintaan yang berlebihan pada golongan ini berpotensi menyebabkan perpecahan dalam tubuh umat. Sehingga orang-orang yang ikut pengajian atau harakah ini hanya mau bergaul dengan orang satu kelompok dengannya. Termasuk juga menikah, hanya mau menikah dengan yang satu kelompok dengannya. Ketika ada laki-laki yang datang menemui yang ditanyakan pertama kali adalah dari kelompok mana ? Atau satu pengajian nggak dengannya. Lalu jika berbeda kelompok mengajinya lansung ditolak tanpa melihat dulu agama dan akhlaknya.

Islam telah memberi ketentuan yang jelas untuk umatnya, kepada para wanita agar melihat agama seorang laki-laki dalam mempertimbangkan lamaran yang datang padanya. Begitu juga bagi laki-laki memilih wanita karena agamanya. Bukan kelompok atau harakahnya. Idealnya tentu pernikahan satu harakah atau jamaah lebih baik, sebab sudah memiliki kerangka berpikir dan visi yang sama dalam berdakwah. Akan tetapi jika ada kesempatan menikah dengan pasangan yang berbeda harakah, selama agamanya bagus, akhlaknya baik dan orangnya mau bertanggung jawab. Maka sangat sayang jika ditolak hanya gara-gara beda harakah atau jamaah atau kelompok pengajian.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments