Apakah Anda  rajin memperhatikan perkembangan si buah hati?

Menyaksikan mereka tumbuh dan berkembang setiap hari tentu sangat menyenangkan, ya. Dan waktu rupanya berjalan cepat sekali. Rasanya baru kemarin kita menyaksikan si kecil tertatih berjalan, sekarang ia sudah berlari kesana-kemari. Rasanya juga baru kemarin kita melihatnya begitu tergantung pada orang tuanya, sekarang ia sudah mandiri berangkat sekolah atau bermain tanpa mau ditemani.

Pengalaman ini sangat baik jika kita tuangkan dalam tulisan atau jurnal harian, bisa dalam buku diary atau juga blog. Karena dengan begitu setiap perkembangannya akan tergambar serta terekam dan dapat kita baca-baca ulang. Saat anak-anak sudah besar, kita bisa membacanya bersama-sama dan akan memunculkan kenangan indah, lucu juga penuh keharuan.

Lalu apa saja yang sebaiknya ditulis dalam jurnal harian anak-anak?

Sesuai namanya, ini adalah rekam jejak observasi anak-anak sehari-hari. Tentang polahnya, aktivitas, dan terutama hal-hal positif yang mereka lakukan. Seorang teman saya yang praktisi dunia anak menyarankan untuk menuliskan (benar-benar MENULISKAN) hal POSITIF yang dialami/dilakukan anak-anak setiap harinya. Ini berguna untuk membobol mindset dan kumpulan memori serta emosi negatif setelah berinteraksi dengan anak seharian. Maklumlah, namanya anak-anak, pasti ada saja tingkahnya yang kadang tak berkenan di hati kita yang mungkin saja kurang sabar ini.  Dan kalau sudah begini -apalagi terus terakumulasi setiap hari- yang terjadi adalah penumpukan informasi, pengalaman, memori atau emosi yang negatif tentang parenting. Akhirnya jadi berpikiran bahwa mengasuh anak itu susah, bikin capek, tidak menyenangkan atau bahkan menyebalkan, dan seterusnya, dan seterusnya.

Dengan menuliskan pengalaman atau hal positif yang terjadi pada anak di hari itu, akan mereduksi pikiran-perasaan negatif kita. Meski secara faktual ada hal negatif terjadi, namun setidaknya akan mengalihkan diri kita dari state negatif tentang pengasuhan anak atau naudzubillah terhadap si anak itu sendiri. Menulis hal positif juga akan membimbing kita agar cenderung melihat hal-hal baik, yang pada gilirannya menggiring kita untuk bersyukur daripada mengeluh. Mudah-mudahan dengan bersyukur ini, Allah tambahkan lagi nikmat-Nya tak henti-henti.

Manfaat lainnya tentu saja diri kita akan lebih ringan menjalani dinamika hidup bersama para bocah. Kita akan terbiasa melihat anak-anak dengan kacamata positif, dan ini sangat-sangat penting dalam pekerjaan superduper amazing bernama parenting. Meski secara jujur kita  pahami bahwa membersamai anak-anak itu cukup melelahkan, tapi kalau jiwa kita riang menjalaninya, insya Allah rasanya akan lebih ringan, sehat di jiwa.

Ohya, setelah ditulis, catatan ini perlu dibaca bersama pasangan. Kalau bisa berulang-ulang sebelum tidur. Ulangi selama beberapa hari dan lebih bagus lagi jika dilakukan berturut-turut dalam 27 hari.

Mengapa?

Yap, supaya diri kita terlatih untuk melihat sisi positif dari anak-anak kita. Jika kita sudah terlatih dan terbiasa, hal ini akan menjadi karakter dalam diri kita dan pada gilirannya, pekerjaan mendidik anak akan menjadi lebih baik. Baik untuk anak-anak karena mereka tumbuh dalam pengasuhan yang sangat kondusif, positif serta menumbuhkan, dan, baik untuk diri kita para orangtua karena kita terbiasa mengasuh dengan pandangan yang sejuk, hati yang gembira dan penuh syukur. Indah, bukan?

Jadi, kapan Anda akan mulai? 😉

sumber gambar :http://thechampatree.in/2016/02/15/teach-your-child-how-to-read/

Artikel Menarik Lainnya







comments