Pertanyaan :

Aku di pertemukan kembali oleh pria yang 4th dulu pernah dekat denganku, sekarang kami di pertemukan kembali setelah semuanya baik. Setelah dia dan aku sukses. Dulu aku tidak menggubris ajakan dia berpacaran. Saat ini dia berkomitmen ingin menikahiku. Aku menerimanya karna kebetulan aku sudah meninggalkan jaman jahiliyah berpacaran dahulu. Seiring waktu aku dan dia sering bertukar kabar. Bahkan tidak jarang telvonan larut malam., di karenakam kesibukannya dia yang bisanya telvonan ketika malam hari. Aku mulai nyaman dengannya. Hingga sampai saat ini , aku mulai takut. Takutku Dia cemburu pada hati yang terlalu berharap pada mahlukNya.

Dan sampai saat ini, aku bingung. Apakah dia benar ingin serius menikahi atau tidak. Karna kami selama ini belum pernah bertemu lagi, setelah 4th yang lalu. Dia belum bisa mengambil cuti dari pekerjaannya.

Apakah aku harus menunggu hingga dia menemuiku? Menunggu yang seperti apa yang harus aku lakukan? Menunggu seperti apa agar kami berdua tetap berjalan di jalanNya. Tolong, aku takut hihrahku ternoda karna hubungan yang tak kunjung jelas ini.
Judul Pertanyaan: aku mulai ragu.

Jawaban :

alhamdulillah mbak diberi rasa takut oleh Allah dengan hubungan ini, karena memang sangat rentan disusupi syaitan. 

jika memang dia ingin menikahi mbak, mintalah ketegasan waktu kapan dia akan menemui orangtua Mbak untuk melamar dan kapan rencana untuk akad. bagaimanapun komitmen yang terucap di bibir perlu dibuktikan. minimal melamar/mengkhitbah dulu supaya tidak berlarut dalam ketidakpastian. selama dia belum melamar, maka jika pria lain datang, mbak sah-sah saja mempertimbangkannya. dan ini perlu disadari betul oleh dia. maka memang akan lebih sulit jika perasaan sudah bermain, akan besar kecewanya jika ternyata tak berjodoh.

untuk sekarang ini, sebaiknya mbak dan ikhwan ini membatasi komunikasi yang tidak perlu, apalagi telfon hingga larut malam. berupayalah bersama2 untuk menjaga hati dan menjauhkan diri dari hal-hal yang mendekati kemaksiatan. 

semoga Allah beri petunjuk selalu 🙂

gbr dari http://fineartamerica.com/featured/lone-chair-michael-belling.html

Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

9 + 6 =

Artikel Menarik Lainnya







comments