Antara Seks dan Pernikahan

Seks adalah dasar diturunkannya syariat menikah bagi muslim dan muslimah. Bahkan salah satu parameter seseorang mampu untuk menikah adalah yang telah mampu untuk melakukan ‘ijma atau hubungan seks. Seks adalah naluri yang Allah anugerahkan pada setiap manusia, ia adalah kebutuhan pokok dan menjadi bagian penting tak terpisahkan dari kehidupan. Bisa dibayangkan, tanpa adanya naluri ini tentu umat manusia akan punah.

Syariat pernikahan adalah jalan untuk memenuhi kebutuhan seks secara halal. Dan seks dalam kehidupan rumah tangga adalah salah satu elemen penting untuk mencapai sakinah, mawaddah dan warrahmah. Karena begitu eratnya hubungan antara seks dan pernikahan maka setiap pasangan suami istri jangan sampai mengabaikan seks, sebab tak sedikit juga pemasalahan dalam hubungan seks menjadi penyebab runtuhnya kehidupan rumah tangga.

Seks adalah wujud cinta dan kasih pada pasangan, agar cinta, kasih dan kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan. Setiap pasangan suami istri perlu memastikan bahwa hubungan seksnya berjalan dengan baik. Saling memberikan kepuasaan secara lahiriah dan memberi ketenangan secara batiniah.

Kalau dibagian sebelumnya kami menyampaikan pendidikan pra-nikah dan pernikahan sedikit sekali bahkan tidak ada sama sekali kita dapatkan dalam lembaga pendidikan resmi yang diikuti, apalagi dengan pendidikan seks. Setiap pasangan yang menikah kebanyakan memulai pernikahannya secara otodidak , belajar sambil jalan. Begitu juga dengan hubungan seks, hanya mengikuti naluri dan insting saja.

Atau yang lebih menyedihkan adalah saat mengambil rujukan pengetahuan seks melalui berbagai macam tayangan, seminar, buku dan fasilitas belajar seks dari kaum sekuler. Yang mana mereka hanya berfokus pada aspek pemuasan syahwat semata tapi mengabaikan adab dan etika yang berlaku dalam hukum-hukum islam.

Islam Memandang Seks

“Tidak bersisa satu hal pun yang dapat mendekatkan seseorang kepada surga dan menjauhkannya dari neraka, yang belum dijelaskan kepada kalian.”
(Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawa-id)

Indahnya islam adalah tidak hanya memberikan tuntunan untuk cara beribadah kepada Allah Swt saja, tapi islam memberikan tuntunan untuk setiap sisi kehidupan sekecil dan sesederhana apapun itu. Mulai dari masuk ke kamar mandi hingga urusan yang lebih besar seperti sistem kekuasaan dan hidup bernegara ada tuntunannya dalam Islam. Karena Islam memandang setiap aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan adalah ibadah pada Allah Swt. Termasuk juga di dalamnya tentang berhubungan seks, ada aturan, ada adab, ada yang boleh dan ada yang dilarang dalam melakukannya.

Ustadz Abu Umar Ba’asyir dalam bukunya sutra ungu menyebut ada tiga kelompok umat manusia dalam memandang seks. Kelompok pertama memandang seks secara berlebihan, mereka mendewakan seks dan menyimpulkan makna seks hanyalah sebatas hubungan badan dan mendapatkan kepuasaan semata. Mereka adalah penganut paham seks bebas, boleh melakukan hubungan seks dengan siapa saja, dimana saja dan kapan saja tanpa harus melalui ikatan pernikahan.

Kelompok kedua adalah mereka yang mengabaikan tentang seks, bagi mereka seks adalah sesuatu yang tabu, jorok dan tidak perlu dibicarakan mendetail. Seks bagi mereka cukup dipraktekkan dalam kamar oleh sepasang suami istri dengan mengikuti insting yang ada.

Sementara kelompok ketiga adalah mereka yang peduli dengan kehidupan seks. Bagi mereka seks adalah ibadah bagi yang telah menikah. Dan untuk mencapai kesempurnaan ibadah serta kepuasaan lahiriah bagi sepasang suami istri yang melakukannya, mereka membutuhkan panduan. Tentu yang dibutuhkan adalah panduan yang sesuai dengan syariat Islam. Dari sinilah muncul kesadaran dalam diri mereka untuk belajar tentang adab, etika dan bagaimana cara-cara membahagiakan pasangan melalui hubungan seks dengan cara islami.

“Dan pada kemaluan salah seorang di antara kalian terdapat kesempatan bersedekah…”
(HR.Muslim)

Seks adalah ibadah pada Allah Swt, bahkan rasulullah Saw. sebagaimana hadits diatas menyebutkan hubungan suami istri adalah sedekah suami pada istrinya. Ketika seseorang memberikan sedekah, maka sudah selayaknyalah orang yang diberi sedekah merasa bahagia atas sedekah yang diterimanya. Pentingnya mempejari tentang seks secara lebih mendetail tentu adalah agar sempurnanya sedekah yang diberikan sehingga yang menerima sedekah (istri) merasa bahagia atas pemberian dari suaminya. Dan memastikan tidak memberikan sedekah dengan cara yang salah.

Islam juga memandang seks sebagai perbuatan mulia, jika dilakukan suami istri. Sebagaimana firmannya dalam surah An-nur ayat 33 yang berbunyi :

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya..”

Manfaat Seks Bagi Pasutri

Hubungan seks bagi suami istri adalah ibadah yang tentu berbuah pahala kebaikan bagi yang melakukannya. Ibnul Qayyim Al Jauzi menjelaskan dalam kitab Ath-thibbun Nabawi “Adapun dalam soal hubungan badan atau jimak, petunjuk Nabi adalah yang paling sempurna dalam konteks untuk menjaga kesehatan, mendapatkan kenikmatan optimal dan kebahagiaan hati sehingga sasaran yang menjadi target hubungan intim dapat tercapai. Pada dasarnya hubungan badan itu diciptakan untuk tiga tujuan :

  1. Untuk memelihara keturunan dan keberlansungan manusia.
  2. Mengeluarkan air mani, yang bila tetap mendekam dalam tubuh akan berbahaya bagi tubuh sendiri.
  3. Memenuhi hasrat, meraih kenikmatan, dan menikmati karunia Allah.

Kalangan medis terkemuka menandaskan : Sesungguhnya hubungan intim itu termasuk faktor utama dalam menjaga kesehatan.

Diantara manfaat bersetebuh adalah menjaga pandangan mata, mengekang hawa nafsu, mampu menjaga kesucian diri agar tidak berbuat haram. Itu juga berlaku bagi wanita. Bersetubuh berguna bagi pria dan wanita di dunia dan di akhirat.”

Adapun penyakit berbahaya yang dapat ditimbulkan jika air mani terlalu lama mengendap dalam tubuh antara lain stress, gila, dan epilepsi. Sementara dikeluarkan ia akan menjadi sarana penyembuhan. Tentu perlu diperhatikan agar mengeluarkannya dengan cara yang halal.

Alodokter salah satu website kesehatan pun merilis tentang banyaknya manfaat yang didapat dari berhubungan seks. Dalam laman website tersebut disebutkan

“Hubungan seksual adalah salah satu bentuk olahraga yang menyenangkan. Berhubungan seksual berarti membakar setidaknya 5 kalori per menit dan membuat Anda menggunakan berbagai otot tubuh. Melakukan hubungan seksual secara teratur dapat memaksimalkan manfaat ini. Penelitian menemukan bahwa denyut jantung manusia saat orgasme setara dengan olahraga ringan, seperti berjalan menaiki tangga. Meski demikian, untuk mencapai kebutuhan rata-rata gerak tubuh per minggu, Anda tetap perlu melakukan olahraga lain, seperti lari atau bersepeda.”

Sementara bagi hubungan suami istri, aktivitas seksual ini akan menguatkan hubungan, menumbuhkan kembali cinta pada pasangan dan sebagai bentuk menunjukkan rasa cinta, kasih dan sayang. Dan keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah adalah salah satu buah dari harmonisnya hubungan intim suami istri.

Orgasme Dalam Hubungan Suami Istri

Mengutip dari wikipedia orgasme ialah pelepasan mendadak ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang kuat dan diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik.

Dan dalam hubungan seksual, orgasme ini adalah puncaknya. Dimana salah satu atau masing-masing pihak baik istri dan suami mencapai puncak dari kenikmatan melakukan hubungan seksual. Bagi setiap yang melakukan hubungan seks tentu orgasme adalah sesuatu yang mesti dicapai, dan sebaik-baiknya pencapaian orgasme tentu saat masing-masing pasangan baik suami atau istri sama-sama mencapainya. Dan tercapai atau tidaknya orgasme ini biasanya juga akan sangat mempengaruhi kualitas hubungan suami istri.

Pada laki-laki orgasme ditandai dengan ejakulasi, ejakulasi adalah pelepasan cairan sperma yang disertai kenikmatan. Sementara pada wanita orgasme agak sulit diketahui, namun saat orgasme seorang wanita merasakan sensasi nikmat luar biasa. Orgasme saat berhubungan seksual bagi laki-laki dan wanita diakhiri dengan mengendurnya seluruh saraf dan akan menimbulkan kelelahan yang amat sangat.

Namun perlu diperhatikan, tidak semua hubungan seks berakhir dengan orgasme bersama, dan biasanya kebanyakan laki-laki yang lebih sering mencapainya sementara sebagian wanita ada yang cukup sulit untuk mencapainya. Biasanya hal ini disebabkan oleh banyak hal seperti kurangnya pemanasan saat akan memulai berhubungan seks, laki-laki yang terlalu egois ingin mendapatkan kenikmatan sendiri, laki-laki mengalami ejakulasi dini atau impoten. Dalam beberapa kasus lainnya ada yang disebabkan dari wanita itu sendiri seperti frigid atau wanita yang tidak menikmati hubungannya karena sesuatu hal entah itu gangguang psikis seperti trauma, takut atau gangguan fisik.

4 Fase Siklus Mencapai Orgasme

Karena orgasme bersama adalah cita indah dari hubungan seks, maka setiap pasangan mestinya berusaha untuk bisa sama-sama mencapai orgasme dengan pasangannya, sehingga kenikmatan hubungan seks bisa dinikmati bersama.

Ustadz Abu umar ba’asyir masih dalam bukunya sutra ungu menerangkan orgasme akan tercapai bila terdapat rangsangan seks yang cukup. Apabila seseorang terangsang, dan rangsangan yang diterima secara berkesinambungan, pasti akan melalui sebuah siklus yang disebut dengan siklus reaksi seks. Siklus ini memiliki 4 fase (sama antara laki-laki dan wanita) diantaranya adalah :

  1. Fase ransangan (Excitement Arousal) Pada fase ini masing-masing pasangan mulai saling memberikan ransangan antara suami dan istri. Mulai dari memberikan sentuhan fisik seperti ciuman, pelukan, rabaan pada daerah-daerah sensitif pasangan, bagi wanita juga bisa memakai pakaian serba minim, memakai minyak wangi dan tampil secantik mungkin di hadapan suaminya. Selain itu saat fase ransangan juga bisa saling memuji pasangan, memberikan kata-kata romantis atau pun tatapan penuh cinta. Lamanya waktu dari fase ini relatif, tergantung apakah masing-masing pasangan sudah teransang atau belum. Pada laki-laki reaksi dari fase ini ditandai dengan kemaluan yang menegang (ereksi), sementara pada wanita ditandai dengan keluarnya cairan pada vagina. Cairan yang keluar pada vagina akan mengurangi atau menghilangkan rasa sakit sehingga mempermudah hubungan seks dan mencapai orgasme pada wanita. Niatkan hubungan seks untuk ibadah, menyenangkan pasangan dan berikan yang terbaik pada pasangan saat fase ransangan ini.
  2. Fase datar (Plateau) Setelah ransangan maksimal dan masing-masing pihak merasakan reaksinya maka lanjutannya dalah fase datar ini, fase dimana terjadi pertemuan antara kemaluan laki-laki dengan wanita. Ini adalah perjalanan menuju orgasme, biasanya fase ini terjadi sekitar 5 – 20 menit, sementara bagi penderita ejakulasi dini biasanya hanya satu atau dua menit saja. Saat di fase ini mungkin saja terjadi berbagai jenis perilaku dari pasangan seperti meremas, mencakar, memeluk erat dan lain sebagainya. Nikmati saja.
  3. Fase orgasme Seperti yang sudah kita bahas diawal, orgasme adalah puncak kenikmatan dari hubungan seks. Fase ini berlalu sangat singkat, ditandai dengan kekejangan otot dan sensasi fisik yang kuat. Inilah fase ternikmat dalam hubungan seks sekaligus fase yang sangat melelahkan.
  4. Fase resolusi (Resolution [entumelence]) Setelah berlelah payah pada fase sebelumnya maka di fase ini masing-masing pasangan akan beristirahat sejenak, apakah melanjutkan hubungan seks atau tidak. Jika ingin melanjutkan kembali Rasulullah Saw berpesan agar mandi dan berwudhu jika ingin mengulang kembali. Tujuannya tentu agar tubuh menjadi segar kembali. Dan menjadi lebih bertenaga untuk melanjutkannya.

6 Langkah Pemanasan Untuk Mencapai Orgasme

Rasulullah Saw. bersabda :

“Janganlah salah seorang kalian diantara kalian menggauli istrinya bak seekor binatang. Hendaklah terlebih dahulu ia memberikan ransangan dengan ciuman dan rayuan.” (HR.Tirmidzi)

Tujuan utama pemanasan tentu agar masing-masing pasangan siap untuk masuk ke bagian utama aktivitas hubungan seks dan memastikan agar masing-masing pasangan sama-sama mencapai orgasme. Rasulullah Saw. berpesan pada kita umatnya tentang hal ini. Adapun aktivitas apa saja yang dilakukan dalam tahap pemanasan ini terdiri 6 langkah yaitu.

  1. Berwudhu, Dzikir dan Berdo’a Pertama-tama adalah mengambil wudhu, dzikir dan membaca do’a sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh Rasulullah Saw. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw. pernah bersabda,

    “Bila salah seorang dari kalian akan mendatangi istrinya maka hendaklah membaca, “Bismillah Allahumma jannib nasy syaithana wa jannibisy syaithana ma rozaqtana.” Yang artinya : Dengan nama-Mu ya Allah jauhkanlah setan dari rezeki yang telag engkau berikan. Apabila hubungan itu ditakdirkan lahirnya anak, tidak dicelakakan selamanya)

  1. Saling memberikan rayuan Banyak dari wanita menyukai kata-kata romantis, pujian dan rayuan yang tepat akan membuat dirinya melambung, tentu juga membangkitkan gairah. Bahkan dalam langkah rayuan ini masing-masing pasangan dibolehkan merayu menggunakan kalimat vulgar yang sekiranya membangkitkan gairah.
  2. Berciuman Berciuman dengan pasangan adalah sunnah rasul, memulai aktivitas seks dengan berciuman akan membantu munculnya gairah dari masing-masing pasangan. Tapi perlu diperhatikan sebelum berciuman tentu pastikan dulu mulut dan gigi bersih. Jangan sampai bau mulut malah menjadi sebab menurunnya gairah pasangan anda. Rasulullah Saw. pernah mencium ‘Aisyah dengan mengulum lidahnya. Anda juga bisa saling mencium bagian sensitif pasangan, atau variasi lainnya. Be creative !
  3. Saling meraba Ibnu taimiyah dalam kitab Al-Fatawaa berkata “Tidak diharamkan seorang suami memandang seluruh tubuh istrinya dan meraba-rabanya hingga kemaluannya sekalipun”. Untuk membangkitkan gairah anda bisa menjelajahi seluruh lekuk tubuh pasangan, diskusikan dengan pasangan bagian tubuh mana yang lebih disukainya untuk diraba.
  4. Saling menanggalkan pakaian Saling menanggalkan pakaian pasangan bahkan seluruhnya lalu memandangnya adalah kenikmatan yang Allah halalkan dalam pernikahan. Sesuatu yang haram sebelum menikah, tapi menjadi amal kebaikan yang berbuah pahala jika dilakukan pada pasangan sah. Menanggalkan seluruh pakaian juga cara yang sangat baik untuk membangkitkan gairah sebelum memulai hubungan seks.
  5. Merintih dan mendesah Abdu bin humaid meriwayatkan dari Ibnu Mundzir sebagaimana di nukil oleh Imam As-suyuthi dalam tafsir Ad-Duraru Al-Mantsur, bahwa muawiyah bin abu sufyan pernah suatu kali mengajak istrinya berhubungan intim. Tiba-tiba sang istri mengeluarkan desahan nafas dan rintihan penuh gairah, sehingga sang istri malu dengan sendirinya. Namun beliau justru menanggapi, “Tak jadi masalah, sungguh demi Allah yang paling menarik pada diri kalian adalah desahan nafas dan rintihan kalian.” .Dalam riwayat lain Ibnu Abbas pernah ditanya tentang hukum desahan dan rintihan yang dilakukan tatkala berhubungan seks. Beliau menjawab. “Apabila engkau menggauli istrimu, berbuatlah sesukamu!”. Setiap pasangan bebas mengekspresikan yang dirasakannya saat berhubungan seks, karena setiap ekspresi tulus akan menjadi pembangkit gairah tersendiri bagi pasangannya.

Itulah 6 langkah pemanasan untuk mencapai orgasme, sebelum memulai hubungan seks tentu sangat disarankan masing-masing pasangan menyamakan persepsinya terlebih dahulu tentang bagaimana kualitas hubungan yang akan dicapai dan bagaimana mencapainya. Hubungan seks adalah wujud cinta dalam pernikahan, yang bila dilakukan dengan baik akan menguatkan ikatan cinta antara suami dan istri. Maka pastikan setiap hubungan seks yang dilakukan tak hanya untuk memuaskan nafsu semata, tapi juga sebagai wujud menunjukkan kasih sayang pada pasangan.

Posisi dan Variasi yang Dibolehkan

Agar hubungan seks tidak menjadi aktivitas monoton yang pada akhirnya menimbulkan kebosanan, tentu dibutuhkan variasi dalam melakukan hubungan seks. Masing-masing pasangan dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan suasana, variasi serta posisi dalam berhubungan seks. Untuk hal ini Islam memberikan kebebasan kepada setiap pasangan suami istri untuk melakukan seperti apapun tapi dengan ada batasan seperti tidak boleh melalui dubur.

Namun pada realitanya banyak pasangan yang mengabaikan hubungan seks ini, menurut mereka ini suatu hal yang tak perlu dikaji dan dipelajari. Cukup melakukannya sesuai naluri tanpa melebih-lebihkan, tentu ini pemahaman yang keliru. Karena seperti yang sudah kita bahas diatas, hubungan seks memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan maupun bagi kualitas hubungan suami istri. Hubungan seks juga salah satu ibadah penting dalam kehidupan rumah tangga, tentu akan jadi lebih baik jika ibadah ini dilakukan dengan cara terbaik, memberikan pelayanan terbaik bagi pasangan serta sama-sama mendapatkan kepuasan terbaik. Yang tentu mempelajarinya dengan tujuan membahagiakan pasangan juga salah satu ikhtiar kebaikan.

Sebab, apapun posisi dan variasinya diberi kebebasan oleh Islam dengan batasan tidak melalui dubur. Tentu ada saja beberapa orang yang kurang pandai berimprovisasi dalam berhubungan seks. Berikut kami sajikan beberapa posisi dan variasi yang bisa dicoba.

  1. Posisi standar Posisi standar ini adalah posisi yang mungkin sudah menjadi naluri alamiah setiap manusia, tanpa diajari pun sudah mengetahuinya. Adapun posisi standar adalah dimana wanita berbaring dengan posisi telentang menghadap keatas. Sementara laki-laki menindih diatas. Paha istri dalam keadaan dilebarkan, sementara dua paha atau kaki suami dalam keadaan lurus tatkala penetrasi.
  2. Posisi wanita di atas Posisi ini adalah kebalikan dari posisi pertama, dimana wanita diatas dan laki-laki di bawah. Menurut beberapa pendapat posisi ini banyak disukai oleh para wanita dan juga cocok bagi pasangan yang suaminya lebih gemuk. Namun kekurangan dari posisi ini adalah air mani akan menjadi sulit keluar, bahkan kemungkinan masih ada sisa dalam organ seksual sehingga menjadi busuk dan membahayakan kesehatan.
  3. Penetrasi dari belakang Variasi posisi lainnya adalah dimana suami melakukan penetrasi dari belakang. Detailnya sang istri meletakkan kedua tangan diatas lantai, sambil telungkup dan bertumpu pada kedua belah lututnya (posisi sujud).
  4. Modifikasi posisi dari belakang Pada posisi ini laki-laki tidur telentang, sementara wanita duduk membelakangi suami (tepat diatas penis suami) dan melakukan penetrasi dengan bersimpuh pada kedua pahanya.
  5. Posisi berdiri Posisi selanjutnya yang bisa juga dicoba adalah posisi berdiri, dalam melakukan penetrasi dengan posisi ini bisa saling berhadapan atau juga bisa sebaliknya wanita membelakangi laki-laki dan melakukan penetrasi dari belakang. Untuk memudahkan anda bisa gunakan dinding sebagai sandaran saat melakukan penetrasi.
  6. Posisi duduk Pada posisi pasangan suami istri bisa menggunakan kursi, suami duduk di kursi dan istri duduk di pangkuan suami dengan membelakangi suami.

Itulah beberapa posisi dalam hubungan suami istri, selain posisi diatas tentu anda juga boleh melakukan improvisasi sendiri dengan menciptakan posisi yang baru. Untuk mendapatkan kenikmatan yang sempurna tentu anda boleh memvariasikan berbagai posisi diatas dalam satu kali hubungan seks. Selain posisi, variasi dalam berhubungan badan juga bisa dilakukan melalui tempatnya, jika merasa bosan di kamar tentu anda boleh mencoba beberapa tempat lain seperti di kamar mandi, ruang tamu bahkan beberapa pasang suami istri melakukannya di dapur. Dan sebelum melakukannya tentu dipastikan dulu tidak ada orang lain di rumah tersebut.

Oral Seks

Oral seks ialah penggunaan mulut dalam aktivitas seksual, dimana suami atau istri menggunakan mulutnya untuk mengulum, mencium atau menjilat kemaluan pasangan. Dalam hal ini terjadi banyak perbedaan pendapat dari para ulama, ada yang membolehkan, memakruhkan bahkan melarang. Mengutip dari buku karya Ustadz Salim A.Fillah Barakallahu Laka Merayakan cinta beliau membahas cukup panjang perihal ini. Yang mana kesimpulannya banyak pendapat ulama yang membolehkan melakukan oral seks. Diantaranya Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin. Beliau berkata “Itu perilaku kurang bagus, tapi hukumnya boleh-boleh saja”. Tapi beliau juga memberikan batasan jangan sampai aktivitas oral seks menjilat sesuatu yang najis yakni madzi atau pun sperma. Begitu juga dengan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, mufti Imarat Qathr, dalam kumpulan fatwanya menegaskan hal itu dibolehkan.

Tentu hal ini dikembalikan lagi pada diri anda masing-masing, jika menurut anda hal ini sesuatu yang menarik untuk dicoba dan sekiranya bisa membahagiakan pasangan silakan dicoba, sebelumnya pastikan dulu kebersihan mulut dan juga kemaluan. Tapi jika menurut anda ini suatu yang menjijikkan untuk dilakukan, maka anda bisa melakukan banyak variasi lain untuk memuaskan pasangan.

Aktivitas Seks Terlarang Untuk Dilakukan Meskipun Telah Menjadi Suami Istri

Kalau dibagian atas kita membahas hal-hal yang dibolehkan bahkan dianjurkan dalam hubunan seks, berikut kita akan mengkaji sesuatu yang terlarang untuk dilakukan dalam berhubungan seks meskipun telah menjadi suami istri.

  1. Penetrasi melalui dubur Dalam melakukan penetrasi setiap pasangan diberi kebebasan untuk melakukan dari arah mana saja asal pada kemaluan. Yang terlarang adalah melalui dubur atau lubang anus. Ini adalah perbuatan keji yang dilarang oleh Islam, perbuatan ini termasuk kategori liwath , perbuatan yang disandarkan kepada kaum luth yang suka melakukan hubungan sesama jenis. Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bersabda “Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum luth (homoseks), maka bunuhlah para pelakunya.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunnan). Selain larangan yang jelas dari Allah Swt. memasukkan kemaluan melalui dubur pasangan juga sangat berbahagia dari sisi medis seperti menghitamkan wajah, menggelapkan dada serta berbagai penyakit kelamin lainnya.
  2. Melakukan hubungan seks di masa haid Hubungan terlarang lainnya adalah melakukan penetrasi saat istri dalam keadaan haid. Dalam hal ini Rasulullah Saw. bersabda “Barangsiapa yang menjimaki istrinya yang sedang dalam keadaan haid atau menjimaki duburnya, maka sesungguhnya ia telah kufur kepada Muhammad.” (HR. At-Tirmidzi) . Selain dilarang oleh syariat, medispun melarang aktivitas seks saat wanita haid karena bisa menyebabkan masuknya virus dan bakteri berbahaya bagi organ seks wanita. Akan tetapi laki-laki tetap bisa memenuhi hasrat seksualnya dengan cara lain kecuali melakukan penetrasi. Beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya adalah melekatkan penis ke paha atau pinggul istri, ke bagian dada atau bagian lainnya yang bisa memberi kepuasaan pada suami.
  3. Oral seks tanpa batasan Pada dasarnya banyak ulama membolehkan oral seks dengan persyaratan jangan sampai menjilat najis berupa madzi atau sperma. Dan menjadi terlarang jika oral seks dilakukan tanpa batasan seperti melakukan ejakulasi di mulut pasangan hingga membuat sperma tertelan.
  4. Onani dan Masturbasi Onani dan masturbasi baik secara syariat ataupun medis adalah perilaku menyimpang. Onani dan masturbasi bukanlah cara yang tepat untuk menyalurkan hasrat seks ditambah lagi dalam melakukannya menimbulkan potensi zina pikiran.

Sejatinya jodoh adalah rezeki, pernikahan itu rezeki begitu juga dengan hubungan seks adalah rezeki dari Allah Swt. Mencapai orgasme meskipun disebut puncak dari kenikmatan berhubungan badan, namun sesungguhnya nikmat dari berhubungan badan suami istri adalah tertunduknya pandangan, terjaga diri dari maksiat dan terjaganya kehormatan para wanita. Semoga setiap hubungan suami istri yang dilakukan menambah kedekatan kita pada Allah Swt.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments