Semakin kesini semangat para orangtua mendidik anaknya untuk menguasai bahasa asing semakin meningkat. Bahkan tak jarang anak-anak di bawah usia 10 tahun sudah diajarkan bahasa asing, tak sedikit juga para orangtua yang menjadikan bahasa asing itu sebagai bahasa sehari-hari dalam keluarganya. Tentu ini kabar baik untuk kita, muncul semangat untuk mencetak pribadi unggul berkualitas internasional. Tetapi yang terkadang membuat kita miris adalah, bahasa asing yang diajarkan oleh orangtua kebanyakan bahasa inggris, jepang, jerman, korea dan bahasa negara-negara maju lainnya. Tentu itu tidak salah.

Akan tetapi masih sangat sedikit atau mungkin sedikit sekali para orangtua yang dengan sadar mengajarkan bahasa arab untuk anaknya sejak dini. Mungkin sebagian dari mereka beranggapan ini tidak terlalu penting. Padahal sebagai umat Islam bahasa arab adalah sesuatu yang sangat berharga, dan sudah semestinya setiap muslim bisa berbahasa arab. Al-quran turun dengan bahasa arab, Rasulullah Saw dan para sahabatnya juga memakai bahasa arab, dan tempat suci umat Islam sedunia Makkah dan Madinah adalah negara arab, yang pastinya tentu memakai bahasa arab. Jadi sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak mempelajari bahasa arab dan kalau perlu ini menjadi pendidikan penting dalam keluarga kita.

Dalam buku prophetic parenting ditulis oleh syaikh Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, bahasa arab adalah kunci segala ilmu pengetahuan. Semakin luas daya penguasaan anak terhadap bahasa arab, maka itu menjadi sarana bagianya untuk dengan mudah menguasai ilmu pengetahuan apa pun yang dia pelajari. Lebih lanjut beliau menegaskan bahasa Arab adalah bahasa Al-qur’an dan hadis Nabi. Rasulullah Saw memerintahkan untuk mengajarkan bahasa ini dan menguasainya. Di antara besarnya perhatian beliau terhadap bahasa Arab, beliau menerima tebusan tawanan perang badar dengan mengajarkan baca-tulis bahasa Arab untuk anak-anak kaum muslimin. Setiap tawanan menebu dirinya sendiri dengan mengajarkan baca-tulis bahasa Arab kepada sepuluh orang anak sahabat.

Ibnu Abbas r.a mengatakan, “Beberapa orang tawanan Perang Badar tidak memiliki biaya untuk menebus diri mereka sendiri. Rasulullah Saw menerima tebusan mereka dengan mengajarkan baca-tulis bahasa Arab kepada anak-anak kaum Anshar.”

Dari sini tentu kita sudah melihat bagaimana pentingnya setiap muslim agar menguasai bahasa arab. Untuk itu marilah kita sebagai orangtua membudayakan bahasa arab di keluarga kita. Jika kita ingin mengajarkan anak kita bahasa asing, maka pastikan bahasa arab adalah bahasa pertama yang perlu dikuasai oleh anak-anak kita. Tidak hanya untuk kebaikan di dunia semata, tapi InsyaAllah juga untuk kebaikan di akhirat kelak.

Saat anak menguasai bahasa arab tentu dengan mudah dia bisa menerjemahkan Al-quran, sehingga saat membaca Al-qur’an ia bisa memahami lansung apa pesan-pesan cinta dari Allah Swt untuknya. Begitu juga saat dia membaca hadits Rasulullah Saw dengan mudah ia bisa menelusuri maknanya.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments