Pertanyaan :

Assalamualaikum…wr…wb..

Saya sudah berhubungan lama selama 2 tahun setengah dan sekarng sudah hampir 3 tahun dengan kekasih saya, dan saya pun merasa bahagia. Saya sudah kenal dia memang dia tidak sekolah SD pun cuma sampai kelas 4 SD pekerjaannya sederhana, dan dia juga nakal. Tapi di sisi lain diajuga sangat setia dan pengertian memanjakan saya. Tapi dia belum punya persiapan untuk menikah. Punya setoran motor 6 bulan. Dan saya harus menuggunya lagi selama 1 tahun setengah untuk impas motor dan arisan.

Sementara saat ini sudah ada yang mau melamar saya  tapi saya belum sama sekali mengenalnya. Saya takut menolak karna takut salah karena dia itu tetangga saya.  Usianya lebih tua dari pada kekasih saya yang sekrng dia pun lulusan STM beda jauh dengan kekasih saya pekerjaannya pun bagus..  Tapi yang saya sayangi itu kekasih saya. Saya bingung harus pilih yg mana kekasih saya yang harus saya tunggu lama lagi apa dia yang sudah siap untuk menikah ?

Jawaban :

Waalaikumsalam…wr…wb..

Pernikahan tentu tidak sama dengan pacaran mba, pacaran mba hanya bertemu sesekali waktu dan masing-masing diantara kalian tidak memiliki hak yang harus diterima ataupun kewajiban yang harus dipenuhi satu sama lain. Sementara dalam pernikahan mba dan suami akan ketemu setiap hari, saat susah atau senang, saat lapang maupun sulit dan juga ketika ada uang atau tidak. Disinilah banyak yang akhirnya kecewa, waktu pacaran pacarnya baik sementara setelah menikah jadi berubah, lagi-lagi karena pacaran dan pernikahan itu berbeda. Dan, pacaran juga aktivitas yang dilarang oleh Islam karena banyak mudharatnya.

Jadi, untuk memilih suami yang pertama pilihlah yang agamanya paling bagus, pilih akhlaknya paling baik, pilih yang sudah mampu menikah atau sudah mapan, pilih yang mau bertanggung jawab dan pilihlah yang siap menjadi ayah. Suami akan menjadi imam dalam keluarga mba, dia akan bertanggung jawab atas mba dunia akhirat maka disini sangat perlu memilih suami yang baik agamanya.

Jika masih ragu, coba diskusikan dan musyawarahkan dengan orang tua mba, kira-kira mana menerut mereka yang lebih baik untuk jadi suami mba. Semoga membantu ya.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

10 + 13 =

Artikel Menarik Lainnya







comments