Ramadhan sebentar lagi, tak terasa lebih kurang satu minggu lagi kita akan berjumpa kembali (InsyaAllah) dengan bulan penuh cinta, penuh kemuliaan dan juga tentunya penuh kebahagiaan. Bulan suci ramadhan 1473 H. Ramadhan, bulan yang selalu kita tunggu-tunggu, selalu kita nanti-nanti, selalu kita do’akan agar diri ini menjumpainya lagi, seperti harap cemas kita saat perpisahan ramadhan tahun lalu.

Ramadhan, adalah dimana kita menikmati indahnya 30 hari yang hanya hadir dalam 365 hari nikmat waktu setahun. Saat ini setiap amalan berlimpah berkah, berlimpah kebaikan dan tentu juga berlimpah pahala dari Allah SWT. Berbagai peluang kebaikan terbuka dengan lebar, berbagai amalan-amalan shaleh hadir sebagai bagian untuk meningkatkan kualitas diri dan juga tentunya poin pahala kebaikan untuk kita semua.

Ramadhan sebagai bulan untuk latihan

Sejatinya Allah hadirkan bulan Ramadhan selama 30 hari saja dari 365 hari yang adalah sebagai sarana latihan bagi kita, melatih kita untuk menahan diri dari berbagai nafsu dan syahwat, melatih kita untuk meningkatkan kualitas ibadah seperti shalat, tadarus membaca Al-quran, melatih diri kita untuk bangun disepertiga malam dan mendirikan shalat malam, dan yang terakhir tentu juga untuk fisik kita agar menjadi lebih sehat. Harapan kita semua tentu kebaikan-kebaikan yang telah kita biasakan selama 30 hari di bulan ramadhan telah menjadi sebuah kebiasaan dalam diri kita sehingga saat ramadhan usai kebaikan tersebut bisa dengan mudah kita amalkan untuk menghadapi sebelas bulan selanjutnya.

Ramadhan sebagai bulan perubahan

Saat ramadhan tiba semua orang mendadak baik, yang awalnya jarang shalat saat ramadhan datang berbondong-bondong ke masjid untuk shalat berjamaah lima waktu dan tentu juga shalat tarwihnya. Bahkan jamaah shubuhpun nyaris membludak saat-saat bulan Ramadhan (terlebih lagi awal-awalnya). Dari yang awalnya malas baca Al-quran,saat Ramadhan datang tanpa lelah ikut tadarusan membaca quran hingga dini hari, tempat-tempat maksiat yang tersebar di ibukota dengan kerendahan hatipun bersedia menutup waktu operasionalnya. Ini semua sebagai pertanda dampak kebaikan dari bulan Ramadhan yang menggerakkan orang-orang untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Pun, begitu bagi kita setiap muslim dan muslimah sudah selayaknya kita menjadikan ramadhan sebagai waktu untuk memperbaiki diri, mengevaluasi diri atas setiap kesalahan serta kekhilafan dan tentu juga berkomitmen untuk mengubahnya. Jika kita ingin memulai banyak kebaikan dan meninggalkan setiap keburukan dalam diri maka bulan Ramadhan adalah waktu tepat untuk itu.

Ramadhan sebagai bulan penuh syukur

Salah satu pembelajaran penting bagi kita saat bulan Ramadhan adalah tentang syukur. Di bulan Ramadhan kita mencoba menahan haus dan lapar selama sehari penuh yang dengan ini kita akan merasakan bagaimana dengan saudara-saudara kita yang Allah beri ujian dengan kelaparan. Selain itu di bulan Ramadhan Allah juga memberi kita banyak kesempatan untuk berbagi rezeki kita kepada saudara-saudara kita lainnya yang membutuhkan. Termasuk kedalamnya anak-anak yatim, para dhuafa dan juga kakek-nenek jompo. Banyak kesempatan untuk berbagi kebaikan sebagai bentuk rasa syukur kita, berlimpah kesempatan untuk saling berbagi santapan berbuka kepada setiap saudara-saudara kita yang lain serta juga berbagi nikmat rezeki kita dalam bentuk membagikan THR ataupun kado lebaran.

Ramadhanku, kebahagianku dan juga kebahagianmu

Kebahagiaan adalah satu kata yang tepat melukiskan rasa yang menyeliputi bulan penuh berkah ini. Bahagia saat menunaikan segala ibadah, bahagia ketika berbagi dan juga tentu bahagia juga bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu saat menerima kebaikan-kebaikan dari saudara-saudaranya yang Allah beri kecukupan dan kelebihan rezeki.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments