Pertanyaan :

Asaalamualaikum..wr..wb..
Saya mau bertanya, saat ini saya dilanda kebimbangan dalam memilih pasangan hidup, pria yang pertama adalah mantan pacar saya waktu SMA dulu. Saya, kedua org tua, maupun saudara-saudara saya sudah mengenal dia dengan baik, bahkan kedua org tua setuju dengan hubungan kami untuk ke jenjang yang lebih serius. Pria ini memang baik dari segi ibadah maupun akhlaknya namun di sisi lain dia hanyalah lelaki biasa yang memiliki pekerjaan tidak tetap dan tidak tamat SMA, saat ini saya berada di tempat yg terpisah dari kedua pria tersebut, saya sedang bekerja di Kota yg cukup jauh dari mereka. saai ini dia berniat akan melamar saya, melalui pesan singkat maupun telpon, saya sadar jika melihat dari sikapnya semenjak pacaran dulu dia adalah pria yang sopan dan baik, namun gak tau knapa saya tidak terlalu mencintai dia namun jika melihat dari akhlaknya saya cukup kagum terhadapnya, terkadang ada  pikiran antara menerima lamarannya atau tidak.

Sedangkan pria yanng kedua adalah pria yang dikenalkan oleh teman saya yang sama-sama mengajar di sebuah pesantren. Dari penjelasan teman saya tersebut, pria ini baik juga Agama dan akhlaknya, bermahjab Salafi dan memiliki pendidikan yg cukup tinggi , dia saat ini sedang mencari pasangan hidup dan bersedia jika dikenalkan dan ta’aruf dengan saya. dari penjelasan teman saya tersebut, saya cukup tertarik dengan pria kedua ini, namun saya masih dilanda kebingungan memilih diantara pria yang pertama dan pria yang kedua. mohon solusinya pak, terima kasih

Jawaban :

Waalaikumsalam…wr..wb..

Setelah melihat permasalahan mba saya bisa menangkap 2 hal diantaranya adalah, laki-laki pertama baru menyampaikan niat untuk menikahi mba dan menunjukkan keseriusannya. Sementara laki-laki kedua baru mau untuk menjalani proses ta’aruf, ini perlu dipahami mba ta’aruf itu proses mengenal dan tidak ada kepastian untuk melanjutkan pada jenjang pernikahan. Jika ada kecocokan dilanjutkan pada pernikahan namun jika tidak ada kecocokan baik dari diri mba atau laki-laki tersebut maka pernikahannya tidak dilanjutkan. Jadi saat ada yang tawaran ta’aruf itu belum pasti jadi calon suami mba ya. Kalau dari sisi kepastian, saya melihat laki-laki pertama lebih pasti akan menikahi mba dibanding yang kedua.

Tapi sebelum memutuskan perlu disadari dulu bahwa pernikahan itu tidak hanya tentang hidup bersama orang yang membuat kita tertarik, kita suka dan dirasa bahagia saja. Tapi pernikahan adalah memilih calon suami dan ayah bagi anak-anak mba, dan suami terbaik tentu yang bersama dengannya nanti semakin mendekatkan mba pada Allah serta mampu mendidik anak-anak nanti menjadi anak yang shaleh dan shaleha.

Jika bimbang antara dua orang ini, cobalah lihat satu per satu dan renungkan mana yang lebih mendekatkan mba dan keluarga pada Allah setelah menikah dengannya nanti, laki-laki yang pertama atau kedua ? Coba diskusikan dengan orang tua mana yang lebih nyaman dan diterima oleh mereka, minta pendapat orang-orang shaleh semisal guru ngaji. Dan juga berdo’a minta petunjuk pada Allah agar diberikan jodoh terbaik dunia akhirat. Semoga dimudahkan urusannya ya mba.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

4 + 1 =

Artikel Menarik Lainnya







comments