Pertanyaan :

Assalamualaikum…wr..wb..

Saya pernah bermimpi menikah dengan teman cowok saya bahkan saya mempunyai keturunan dengannya dan saya melakukan kewajiban seorang istri pada umumnya. Padahal saya dengan cowok tersebut tidak ada rasa pada semestinya, tapi kenapa didalam mimpi itu harus dia, malah bukan cowok yang saya sukai? Saya ingin tau alasannya, tolong dibantu

Jawaban :

Waalaikumsalam…wr…wb..

Mengutip pendapat Imam An-nawawi tentang mimpi, beliau mengatakan mimpi adalah perkara yang sangat lemah, apalah kualitas mimpi kita apalagi kita bukan manusia yang dijamin oleh Rasulullah SAW, Imam An-nawai juga menyampaikan mimpi kita adalah buah dari hawa nafsu-hawa nafsu yang muncul dari alam bawah sadar kita maka sesungguhnya janganlah kita meletakkan perkara yang haq ini pada perkara yang menduga-duga seperti mimpi. Jadi, untuk mimpi yang mba rasakan diabaikan saja dan tidak perlu terlalu dipusingkan, karena boleh jadi itu adalah gangguan setan terlebih lagi sampai mimpi berhubungan suami istri. Saran saya sebelum tidur berwudhu, shalat sunnah dua rakaat, berdo’a pada Allah Swt agar dilindungi dari godaan setan.

Sementara untuk masalah suka pada lawan jenis, sebaiknya jika mba sudah siap menikah dan merasa laki-laki yang mba sukai tersebut cocok untuk menjadi suami serta ayah bagi anak-anak mba kelak maka lebih baik segerakan menikah dengannya. Tapi jika belum ada kesiapan untuk menikah lebih baik menjaga hati dan menjauhi berbagai bentuk hubungan sebelum akad pernikahan. Sebab, apapun bentuknya hubungan sebelum menikah hanya akan membuahkan mudharat.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

11 + 1 =

Artikel Menarik Lainnya







comments