“Jika dirimu ditimpa kesulitan maka jawabannya bersabarlah….”

“Jika rezekimu terasa sempit maka jawabannya bersabarlah…”

“Jika masalah datang silih berganti padamu maka jawabannya bersabarlah…”

“Jika jodohmu tak kunjung hadir maka jawabannya bersabarlah…”

“Jika susah mendapat pekerjaan, selalu gagal ujian maka jawabannya bersabarlah…”

Terkadang memang “bersabarlah” adalah jawaban termudah saat kita bertanya kepada seseorang tentang kesulitan yang kita rasakan ataupun saat kita menjumpai seseorang dengan ujian hidupnya. Namun ternyata “bersabarlah” tak jarang menjadi jawaban yang tak begitu memuaskan.

“Ngomong doank sih enak, coba deh jalanin….”

“Situ sih tinggal ngomong aja saya yang menjalankan, berat sekali rasanya….

“Sabar – sabar, sabar itu ada batasnya…”

“Sabar – sabar, sabar itu tak semudah mengucapkannya…”

Sebab hidup ini adalah panggung ujian tentu kita akan menghadapi beragam ujian-ujian kehidupan, entah itu ujian yang membahagiakan ataupun ujian yang tidak mengenakkan, ujian-ujian hidup berupa nikmat dari Allah SWT syukurlah jawabannya sementara untuk sesuatu kesulitan yang Allah ujikan maka kesabaranlah penolongnya sebagaimana firman Allah SWT :

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqarah [2]: 153).

Karena kesabaran adalah penerimaan

Tak sedikit orang yang merasakan hidupnya resah, gelisah, gak tenang setiap ada masalah yang menimpa ditambah lagi dengan sikap menyalahkan, mulai dari menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri bahkan menyalahkan Allah SWT dengan menyebut tuhan tidak adil. Inilah sekelumit tanda-tanda tak adanya kesabaran dalam jiwa.

Sabar memang tak mudah, tapi yakinlah dengan kesabaran hidup terasa lebih indah, lebih mudah dan terarah . Allah SWT selalu menyandingkan kata sabar dan shalat, maka dengan ini kita mengetahui untuk menjadi pribadi yang sabar kita butuh ketaatan pada Allah SWT, penyerahan diri pada Allah SWT, keyakinan pada Allah kalau setiap yang Allah timpakan pada kita apapun pasti ada hikmah dan kebaikan yang tersirat di dalamnya.

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah : 216)

Dan, pada akhirnya kita akan memahami sabar adalah sebuah penerimaan, menerima apapun kondisi dan situasi yang Allah berikan pada kita dengan lapang dada, penuh ketenangan, sembari mencari hikmah-hikmah terselubung dalam setiap kejadian. Ini memang tak mudah, namun jikapun kita menolak menerima seperti marah-marah, mencaci ,menyalahkan atau apapun reaksi negative lainnya tentu tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik kecuali malah memperburuk situasi.

Sabar adalah senjata orang beriman

Tak hanya kita yang Allah berikan ujian bahkan para nabi terdahulupun Allah timpakan ujian-ujian yang tak ringan padanya. Sebutlah Nabi Yusuf AS Allah uji dengan dikucilkan dalam keluarga, dibuang ke sumur, diperjual belikan sebagai budak, difitnah hingga pada akhirnya masuk penjara. Begitu pula dengan Nabiyullah Nuh AS saat dia mengajak orang lain menuju ketaatan pada Allah SWT sementara istri dan anaknya sendiri ingkar padanya, lain lagi dengan kisah Nabiyullah Musa harus berpisah dengan orang tuanya semenjak lahir, di rawat dan dibesarkan oleh istana fir’aun hingga pada akhirnya melarikan diri karena menjadi buronan. Nabi Muhammad SAW tak terlepas dari berbagai ujian yang Allah timpakan dalam menyampaikan risalah ini seperti dilecehkan, dianggap gila, di boikot, akan dibunuh serta beragam ujian lainnya.

So, apa yang mereka lakukan ? Ya mereka bersabar, karena sabar adalah senjata orang beriman.Begitu juga dengan kita hari ini yang mungkin Allah timpakan beragam macam ujian seperti sulitnya rezeki, susahnya jodoh atau mungkin disaat Allah uji dengan sakit tetaplah sabar, sabar dan bersabarlah.

Sabar itu sepahit empedu tapi buahnya semanis madu

Sabar itu sepahit empedu tapi akibatnya semanis madu kurang lebih begitulah pesan dari Ustadz Syafiq Basalamah. Memang untuk bersabar itu tak mudah, berat, bahkan pahit sepahit empedu sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita tak jarang menemukan orang berkomentar sabar itu nggak semudah mengucapkannya atau sabar itu ada batasnya.

Tapi yakinlah selalu buah dari kesabaran adalah kenikmatan yang besar . Sabar memang tak mudah namun jika kita mampu melaluinya pada akhirnya kita akan menemukan manisnya, ya semanis empedu.

Sumber foto : www.merdeka.com

 

Artikel Menarik Lainnya







comments