Cinta, anugerah terindah yang Allah karuniakan kepada setiap manusia. Kita lahir ke dunia karena buah cinta dari ayah dan ibu kita, kita tumbuh hingga dewasa karena bukti cinta dari ayah dan ibu kita. Allah memberi kita rasa ketertarikan pada lawan jenis, laki-laki cenderung pada wanita dan wanita cenderung pada laki-laki yang mana inipun adalah sebagai wujud dari cinta.

Cinta karena dia hadir dari sesuatu yang suci bahkan maha suci seharusnya ia suci. Namun terkadang tak jarang manusia yang pada akhirnya mengotori keindahan cinta dengan buruknya nafsu syahwat. Cinta karena ia hadir dari sesuatu yang maha atas segala maha termasuk maha melindungi semestinya ia menjaga dan melindungi, namun karena ulah tingkah manusia cinta terkadang menjadi sesuatu yang merusak bahkan menghancurkan.

Banyak orang yang mengaku mencintai namun pada akhirnya cinta-cinta mereka membuahkan kebencian, dan tak sedikit juga yang karena kebencian yang begitu mendalam namun tanpa ia sadari ia telah mencintai tanpa sengaja. Mungkin sebab ini jugalah Allah mengingatkan dalam firmannya :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Cinta adalah ujian

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang lebih baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)

Beberapa hari (lebih tepatnya 2 hari yang lalu)  yang lalu negeri kita ini dihebohkan oleh berita saling hantam, saling pukul bahkan saling bunuh antara oknum sopir taksi reguler dengan moda transportasi berbasis aplikasi online termasuk didalamnya taksi dan ojek online. Terlepas apapun motif dari kerusuhan ini, kita bisa memastikan setiap dari mereka yang ikut dalam kerusuhan tanpa disadarinya di dasari oleh energi cinta. Para sopir tersebut, baik yang reguler maupun online berangkat dari rumahnya masing-masing tentu dengan niat mencari nafkah untuk orang-orang tercinta apakah itu untuk orang tuanya, untuk istri dan anak-anaknya. Namun sayang, terkadang rasa cinta yang tak tertata justru membuat banyak kerugian baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Cinta adalah ujian, dengan cinta Allah menguji kita kepada siapa kita berikan cinta kita yang utama dan pertama ? Apakah untuk Allah dan Rasulnya atau dunia dan isinya telah membutakan mata hati kita ? Cinta adalah ujian, Allah menguji kita dengan cinta agar tau mana hamba-hambanya yang benar-benar beriman dan bertakwa dan mana hamba yang hanya jadi pengejar dunia. Cinta adalah ujian, dan ujian terberat dalam cinta adalah saat memilih yang pada akhirnya akan menunjukkan seberapa besar keyakinan kita pada Allah SWT. Cinta adalah ujian, semoga kita semua lulus dari ujian cinta ini dengan selalu menjadikan Allah dan Rasulnya sebagai cinta pertama dan utama kita sehingga cinta kepada yang lain hanya sebagai perwujudan cinta pada Allah dan Rasulnya.

Cinta mendekatkan kita pada Allah SWT

Tatkala cinta telah memilih Allah dan Rasul sebagai cinta utama dan pertamanya, maka InsyaAllah cinta-cinta kita kepada yang lainnya akan semakin mendekatkan kita pada Allah SWT.

Kita mencintai lawan jenis dengan itu kita menikah akhirnya menjadi ibadah dan semakin mendekatkan kita pada Allah SWT. Kita mencintai anak dan istri kita dengan itu semestinya kita bekerja untuk mencarikan nafkah yang halal untuknya dan semakin mendekatkan kita pada Allah SWT. Kita mencintai dunia ini dan juga isinya dengan itu semestinya kita berbuat banyak amal kebaikan sehingga menjadi jalan yang juga makin mendekatkan kita pada Allah SWT. Apapun itu yang kita cinta, pastikan itu sebagai jalan yang semakin mendekatkan kita pada Allah SWT karena memang sejatinya seperti itulah cinta.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments