Mungkin saat ini anak yang membutuhkan waktu kita, membutuhkan perhatian kita, membutuhkan pertolongan kita, membutuhkan diri kita untuk membersamainnya. Boleh jadi suatu saat nanti, mungkin 30 atau 50 tahun silam kitalah yang membutuhkan kasih sayang anak-anak kita, kitalah yang mengharapkan keberadaan anak kita untuk membersamai kita, menemani hari-hari kita serta menjadi teman dikala sepi.

Waktu berputar begitu cepat, mungkin baru kemaren rasanya kita jadi anak-anak yang butuh perhatian dari orang tua kita. Dan, sekarang tak terasa kitapun sudah menjadi ayah ataupun ibu dari seorang anak. Hingga suatu saat nanti tanpa terasa kitapun akan tua.

Cinta terbaik bagi seorang anak

Terkadang sebagai orang tua kita berpikir cara terbaik mencintai anak adalah dengan menyediakan makanan terbaik untuknya, pakaian terbaik untuknya, mainan termahal untuknya serta beragam fasilitas fisik lainnya. Akan tetapi bagi seorang anak cinta terbaik dari orang tuanya adalah perhatian penuh segenap hati, pikiran serta waktu untuk bersama dengannya. Selain memberikan sarana atau fasilitas terbaik bagi anak, semestinya kita sebagai orang tua juga meluangkan waktu untuk membersamainya, mendengarkan keluh kesahnya, menyimak kabar gembira darinya atau menghabiskan waktu untuk bermain dengannya.

Waktu berputar begitu cepat, begitu juga waktu bersama dengan anak kita jangan sampai kita terlena oleh sibuknya mengejar dunia dengan dalih membahagiakannya akan tetapi menyia-nyiakan waktu berharga untuk bersama dengan buah hati kita. Memang tak semua diantara kita mampu membersamai anak dalam waktu 24 jam, akan tetapi mari kita sama-sama berusaha memberikan waktu berkualitas untuk menorehkan kenangan indah bersamanya.

Menjadwalkan waktu khusus nan berkualitas

Jika anda seorang wanita, maka tentu jauh lebih baik dirumah bersama dengan anak menemani setiap detik pertumbuhannya, akan tetapi jika anda seorang ayah yang bekerja mencari nafkah diluar maka membuat jadwal khusus bersama anak adalah salah satu alternatif terbaik, misalnya menghabiskan 1 jam di pagi hari sebelum pergi kekantor atau 1 jam sepulang dari kantor khusus untuk buah hati kita. Lakukan aktivitas berkualitas dengannya seperti bercanda, bermain atau menonton bersama.

Cinta itu dibangun karena seringnya interaksi, dan salah satu membangun ikatan cinta yang kuat dengan putra-putri kita tentu dengan menciptakan interaksi dengannya, semakin sering tentu semakin baik. Tak hanya sekedar interaksi, tapi pastikan juga interaksi yang terjadi adalah interaksi bernilai positive, penuh canda tawa atau nasihat-nasihat berharga. Interaksi positive inilah yang akan menjadi kenangan indah dan selalu tertanam dalam pikiran anak-anak kita hingga ia dewasa kelak. Hindari terjadinya interaksi negative berupa bentakan, hardikan, ancaman dan segala hal yang menakutkan bagi anak sehingga tanpa disadari kita sebagai orang tua menjadi sosok monster yang berbahaya bagi anak-anak kita.

Menjadi panutan anak-anak kita

Dalam pergaulan sehari-hari kita sering bertemu dengan anak-anak atau bahkan yang telah dewasa sekalipun selalu membangga-banggakan orang tuanya. Setiap ada masalah, setiap ada kekeliruan dia selalu ingat nasihat orang tuanya sembari berkata “kalau kata bapak saya dulu begini, ibu saya bilang harus seperti ini, dan sejenisnya” hal ini terjadi tentu akibat adanya hubungan baik antara orang tua dengan anak, orang tua menjadi panutan dan kebanggaan bagi anaknya.

Anak adalah amanah dari Allah SWT, ia akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat kelak. Makanya sudah semestinya kita menjaga amanah itu dengan sebaik-baiknya, membentuk kepribadiannya dengan celupan islam, membangun akhlaknya dengan teladan Rasulullah SAW dan juga menyiapkan dirinya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama dan bangsa ini. Dan, itu semua tentu hanya akan bisa dilakukan jika kita selalu membersamai putra-putri kita dengan segenap jiwa dan sepenuh cinta.

Sumber foto : http://goodshepherds.net

 

Artikel Menarik Lainnya







comments