Pertanyaan :

Assalamualaikum,
Saya mislimah berumur 21 thn. Ada seorang lelaki yg mengutarakan niatnya dg mantap & yakin untuk melamar saya pd saat saya masih pacaran dg yg lain. Berkali2 dia meyakinkan saya bahwa kami berjodoh. Saya pun solat istikharah memohon petunjuknya, namun saya merasa blm siap menikah karena tanggung jawab saya thd keluarga sebagai anak pertama. Di sisi lain mengapa hati kecil saya merasa dia lah orang yg lebih baik dan tepat? Lalu, bagaimana saya menemukan petunjuknya dan bukan sekadar nafsu saja?
Judul Pertanyaan: Bila ada yg melamar ttp masih pacaran dg yg lain

Jawaban :

Salam, mbak.

Pertama-tama, seberapa yakin Mbak akan pasti berjodoh dengan pacar Mbak, atau laki-laki tersebut, atau siapapun?

Sayangnya tidak ada satu manusiapun di muka bumi ini yang bisa tahu siapa pendampingnya nanti di pelaminan. Oleh karenanya menuju ikatan yang suci dan bernilai ibadah, sebaiknya Mbak memulainya dengan kebaikan juga. Berpacaran tidak memberi manfaat tetapi malah bisa mendatangkan dosa kemaksiatan. Pacaran tidak menjanjikan kita bisa lebih mengenal calon pasangan kita, karena hanya hal-hal baik saja yang tampak selama kita berpacaran. Setelah menikah harapan dan gambaran kebaikan selama pacaran akan pupus, dan kekecewaan kita akan lebih besar nantinya. Jadi, jika Mbak benar-benar ingin mendapatkan pasangan yang baik, sebisa mungkin tempuhlah cara yang baik pula.

Kedua, jika Mbak belum siap menikah yang seharusnya Mbak lakukan adalah melakukan persiapan-persiapan. Sangat banyak PR kita sebagai wanita single sebelum menjadi istri dan ibu. Sudahkah kita pahami hak dan kewajiban sebagai istri? Apa saja tugas istri dan suami, serta bagaimana mendidik anak kelak? Sudahkah bacaan qur’an kita benar dan lancar? Jangan sampai menikah hanya untuk menghalalkan hubungan tanpa visi mendidik generasi.

Ketiga, lakukan istikhoroh untuk meminta petunjuk Allah. Jika laki-laki tersebut cukup baik agamanya, sholih, berakhlaq baik dan bertanggung jawab, maka beliau layak untuk dipertimbangkan. Kesiapan mbak untuk memasuki dunia rumah tangga dapat dipersiapkan segera. bicarakan kondisi keluarga kepada beliau, dan jangan lupa minta pendapat dari orangtua.

Semoga Allah membimbing dan memudahkan ya Mbak 🙂

Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

7 + 2 =

Artikel Menarik Lainnya







comments