Pertanyaan :

Assalamualaikum..wr..wb

Saya sudah berpacaran selama 4 tahun, kebetulan pacar saya ini 1 tahun lebih muda dengan saya, dia memiliki planning menikah saat usia 30 tahun, dan saat itu dia bilang mau serius dengan saya, Saya dan pacar saya ini LDR, karena pacar saya merupakan angkatan laut.

Tahun  berlalu, saat usia kami sudah matang, saya mencoba menanyakan kembali tentang keseriusan hubungan kami,karena dia mau berlayar, jadi saya tanya lagi tentang keseriusan, kan saya takut saat sudah setia menunggu tapi akhirnya ditinggalkan begitu saja, saat saya menanyakan hal tersebut,  dia menjawab kalau dia tidak tahu, karna takut goyah.

Sejak saat itu saya menjadi down, dan berpikir waktu saya sudah terbuang sia-sia. Akhirnya hubungan kami tidak baik, akhirnya kami pun putus. Saat berpisah dia bilang mau fokus dulu dengan karir nya. Kata dia kalau jodoh nanti bertemu kembali.

Setelah putus saya menangis terus, tapi saya merasa lebih dekat dengan Allah, dan memutuskan untuk berhijrah , memperbaiki diri.. Tapi belum bisa move on, karena mantan saya masih care dengan saya, suatu ketika tanpa sengaja, saya kepo-kepo tentang mantan saya, dan saya  mengetahui kalau mantan pacar saya itu sedang mencari teman wanita baru. Saya jadi down lagi..

Saya sedih, saat putus dia bilang mau fokus dengan pekerjaannya, sehingga saya selalu mendoakan dia, apalagi dia masih care terhadap saya. Terlebih orang tua dia selalu berkomunikasi baik dengan saya. Dan berharap saya kembali dengan anak nya.
Namun akhirnya saya tau kalau dia mencari teman wanita lain.

Apakah dia itu hanya main-main terhadap wanita itu atau memang sudah tidak mengharapkan saya ya. Saya galau sekali. Apa harus tetap sabar menunggu atau mundur

Jawaban :

Waalaikumsalam..wr..wb..

Sebenarnya pacaran apapun bentuknya apakah jarak jauh atau dekat tetap saja tetap saja maksiat. Selain itu pacaran juga membuat kita berangan-angan pada akhirnya capek hati dan pikiran. Apalagi sampai berjanji akan menikah suatu saat.

Soal jodoh hanya Allah yang tau kapan kita menikah dan dengan siapa kita akan menikah. Makanya sangat tidak dianjurkan untuk berangan-angan atau membuat perjanjian menikah dengan seseorang. Sebab hati manusia mudah terbolak-balik, hari ini bilang iya boleh jadi besok tidak.

Sementara untuk persoalan mba, perlu mba sadari kalau jodoh adalah ketentuan dari Allah Swt. Allah tau siapa yang terbaik untuk mba, siapa laki-laki yang terbaik untuk mba. Tak perlu khawatir, sakit hati dan galau karena semua itu ketentuan Allah Swt. Sekarang mba fokuskan perbaikan diri, siapkan diri menjadi seorang ibu dan istri yang baik. Berdo’alah pada Allah agar diberikan jodoh terbaik menurut Allah, yakinlah pilihan Allah itulah yang terbaik.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

7 + 7 =

Artikel Menarik Lainnya







comments