“Karena pernikahan bukanlah lomba lari yang pemenangnya ditentukan siapa yang paling cepat maka tak perlu juga untuk terlalu kejar-kejaran untuk menikah…

Karena pernikahan kesuksesannya tidak juga dinilai dari siapa yang paling tampan/cantik pasangannya maka tak perlu juga terlalu ngotot untuk mengejar seseorang…”

Cepat atau lambatnya menikah tidak ditentukan oleh usia saat menikah, begitu juga dengan telat menikah yang tidak juga ditentukan oleh usia saat belum menikah. Boleh jadi ada yang menikah di usia yang sangat dini sebagai waktu yang tepat baginya dan boleh jadi juga usia telah lanjut namun belum tepat juga menikah baginya. Yang semua itu ditentukan oleh seberapa besar kesiapan, kematangan serta perbekalan yang dimilikinya untuk menyonsong kehidupan baru yaitu hidup berumah tangga, yang mana jika sukses menjaga tangganya dengan baik akan menjadi tangga kita kesyurga bersama pasangan kelak.

Kesiapan pernikahan bukan berarti serba tau, serba paham, serba punya atau serba sempurna. Akan tetapi yang jauh lebih penting adalah siap untuk berposes, siap untuk menerima, siap untuk belajar bersama dengan pasangan menjadi lebih baik. Selain itu mengetahui peran penting masing-masing pihak juga hal mendasar yang harus dipahami, suami peran utamanya mencari nafkah sementara istri di rumah sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya. Kelak di akhirat masing-masing pihak akan diminta pertanggung jawaban atas kewajibannya. Suami akan diminta pertanggung jawaban atas kewajibannya dalam memberikan nafkah yang halal, memimpin, mengayomi, membimbing serta melindungi keluarganya. Pun begitu dengan istri yang akan Allah minta pertanggung jawabannya pertama sekali tentu adalah bagaimana ia menjalan kewajiban sebagai seorang istri kepada suami dan juga sebagai seorang ibu kepada anak-anaknya.

Sebaik-baiknya waktu dalam masa penantian adalah yang dimaksimalkan untuk memperbanyak bekal yang mendukung peran sebagai istri maupun sebagai suami. Takkan lari jodoh dikejar mengutip salah satu judul film, memang benar jodoh tak akan lari dikejar karena jodoh akan Allah datangkan pada saat dan waktu yang hanya Allah yang tau, kita tak pernah tau kapan waktu detailnya. Dan, tentu kita semua berharap jodoh datang di waktu yang tepat dan juga orang yang tepat sesuai dengan harapan yang dicita-citakan. Ikhtiar yang bisa dilakukan lagi-lagi mempersiapkan diri dan memperbanyak bekalnya.

Cepat atau lambat pasti bertamu juga, setiap manusia pasti ada jodohnya namun yang berbeda adalah pertemuannya. Ada yang Allah pertemukan cepat, ada juga yang Allah pertemukan lambat bahkan ada juga yang Allah tidak pertemukan di dunia tapi (InsyaAllah) di syurga-Nya kelak. Karena yang akan menjadi penilaian bukan cepat atau lambatnya jodoh, bukan soal dengan siapa menikah. Namun ketaatan dan ketakwaan hamba-Nya saat menjalani proses demi proses alur kehidupan yang Allah berikan tersebut.

Sumber foto : vemale.com

Artikel Menarik Lainnya







comments