Pertanyaan :

Saya sudah d hitbah slma satu minggu yg lalu…namun sebalum saya d hitbah saya sdah bilang sya tdak yakin akn dirinya dn tdk mau mnikh dgn nya…nmun pda akhirnya dia ttp mengjar saya hingga trrjdi lh sebuah khitbah d antara kami. Tapi hati saya bner” tdk mau dn tidak yakin…lalu ap yg harus saya lakukan sekarang?? Judul Pertanyaan: tidak yakin dengan orang itu(pacar)

Jawaban :

Ukhti E yang dirahmati Allah,

Jika selama khitbah ditemukan ketidakcocokan atau ketidaksesuaian, maka hukumnya boleh saja membatalkan khitbah. Namun yang perlu kita perhatikan dalam proses menuju pernikahan, di antaranya adalah :

  1. Melibatkan Allah dengan melakukan shalat istikharah

Dengan bertanya pada Allah dan memohon petunjuk, insyaa Allah hati kita akan tenang. Dan kita berharap agar kecenderungan hati maupun ketidakcenderungan yang ada, juga merupakan bagian dari campur-tangan Allah.

  1. Pastikan alasan di balik keputusan yang Anda ambil, didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan syar’i. Apakah keragu-raguan Anda karena hal-hal prinsip, misalnya pelanggaran agama? Apakah hal  yang meragukan, dapat dipastikan? Sejauh mana hal-hal tersebut dapat  ditoleransi?  Jangan sampai kita memutuskan sesuatu hanya karena perasaan suka/tidak suka, karena apa yang kita cintai hari ini, mungkin saja berbalik menjadi hal yang kita benci esok  hari. Demikian pula sebaliknya.
  2. Mintalah pendapat dari orangtua, keluarga atau sahabat.

Meminta pendapat dari orang yang sudah lebih berpengalaman biasanya akan membukakan cakrawala berpikir kita dan memberikan kita masukan untuk lebih logis.

Jika kita sudah mempertimbangkan segalanya baik-baik, maka buatlah keputusan. Keragu-raguan mungkin akan terus ada, dan bisa saja ini  bentuk dari godaan syetan yang tidak senang hamba-Nya beribadah melalui pernikahan. Maka teruslah berdoa kepada Allah agar Ia memantapkan hati atas pilihan yang kita tetapkan, dan memberikan kita kebaikan di atas segala yang terjadi.

Semoga Allah menunjukkan yang terbaik ya, Mbak 🙂

Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

4 + 10 =

Artikel Menarik Lainnya







comments